Senin, 06 April 2020
Jumat, 20 Maret 2020
Statistika Deskriptif
Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif merupakan suatu metode
yang berhubungan dengan pengumpulan atau penyajian data sampai memberi
informasi yang berguna.
Statistika di golongkan menjadi dua bagian,
yakni statistika deskriptif dan statistika inferensia yang dilakukan berdasarkan
aktivitas yang dilakukan.
Untuk contoh dari statistika
deskriptif sendiri antara lain yaitu:
·
Table
·
Diagram
·
Grafik
·
besaran-besaran lain
dalam majalah dan koran-koran.
Sementara untuk contoh
visualnya, grafik pengunjung pada suatu website dapat kita jadikan salah satu
conton visual dari statistika deskriptif, yaitu:
Dengan menggunakan Statistika deskriptif, berbagai kumpulan data
bisa tersaji dengan ringkas dan juga rapi serta mampu memberikan informasi inti
dari kumpulan data yang ada.
Informasi yang di dapatkan yang berasal dari statistika
deskriptif ini antara lain ukuran pemusatan data, ukuran penyebaran data, dan
juga kecenderungan suatu gugus data. Selengkapnya akan dilanjutkan di bawah.
Penyajian Data Bentuk Grafis antara lain:
·
Histogram
·
Pie Chart
·
Ogive
·
Poligon
·
Diagram Batang Daun (Stem and Leaf)
Penyajian data secara numerik mempunyai
beberapa bentuk, diantaranya yakni:
·
Central Tredency
·
Fractile
·
Skewness
·
Pengukuran Keruncingan
·
Dispersion atau pencaran
Penyajian Data Statistika Deskriptif
Penyajian data dalam kategori deskriptif bisa
berupa grafis dan numerik, diantaranya yakni:
1.
Penyajian
Data dalam Bentuk Grafis
Penyajian data dalam
bentuk grafis ini terdiri atas berbagai macam, diantaranya seperti:
·
Pertama, Histogram:
Histogram adalah suatu
grafik dari distribusi frekuensi dari sebuah variabel.
Tampilan histogram pada umumnya berwujud balok. Penyajian data
ini terdiri atas dua sumbu utama dengan sudut 900 di mana sebagai absis sumbu X
serta sebagai ordinat Y.
Lebar balok akan
menunjukan suatu jarak dari batas kelas interval, sementara untuk tinggi balok
akan menunjukkan besarnya frekuensi suatu data.
·
Kedua, Pie Chart:
Pie Chart atau dalam
bahasa Indonesia disebut dengan Diagram kue merupakan suatu lingkaran yang
dibagi menjadi beberapa sektor.
Pada masing-masing
sektor bisa menyatakan besarnya presentase atau bagian untuk tiap-tiap
kelompok.
·
Ketiga, Poligon:
Poligon adalah sautu
grafik dari distribusi frekuensi yang tergolong suatu variabel.
Tampilan dari poligon
juga pada umumnya berupa garis – garis patah yang didapatkan dengan cara
menghubungkan puncak pada masing – masing nilai tengah kelas.
Poligon ini sangat
baik dimanfaatkan dalam hal membandingkan bentuk dari dua distribusi.
·
Keempat, Ogive:
Ogive adalah satu bentuk gambar dari distribusi frekuensi kumulatif pada sebuah variabel. Untuk suatu tabel distribusi frekuensi, bisa juga kita bikin ogive positif serta ogive negatifnya.
Ogive adalah satu bentuk gambar dari distribusi frekuensi kumulatif pada sebuah variabel. Untuk suatu tabel distribusi frekuensi, bisa juga kita bikin ogive positif serta ogive negatifnya.
·
Kelima, Diagram Batang Daun (Stem and Leaf):
Diagram Batang Daun
atau juga disebut sebagai Stem and Leaf juga sama dengan histogram, hanya saja
yang membedakan adalah informasi yang didapatkan lebih baik.
Hal itu disebabkan
pada diagram batang daun memperlihatkan nilai – nilai hasil pengamatan asli.
Dalam diagram ini juga
akan digambarkan bilangan – bilangan yang juga sebagai batang serta disebelah
kananya ditulis bilangan sisanya.
2.
Penyajian
Data Numerik
Seperti yang telah
disebutkan di atas, penyajian data numerik terdiri dari beberapa macam seperti:
Penyajian data secara
numerik terdiri dari beberapa macam – macam, yaitu antara lain :
·
Pertama, Central Tredency.
·
Kedua, Dispersion atau pencaran.
·
Ketiga, Fractile.
·
Keempat, Skewness.
·
Kelima, Pengukuran Keruncingan.
Metode Dasar dalam Statistik
Deskriptif
Ada dua macam metode dasar di dalam statistik
deskriptif, antara lain numerik dan grafis.
·
Pendekatan numerik bisa dipakai dalam menghitung nilai statistik
dari sekumpulan data.
Sebagai contoh: mean
dan standar deviasi.
Statistik ini akan
memberikan informasi mengenai rata-rata serta informasi rinci mengenai
distribusi data.
·
Metode grafis lebih sesuai dibandingkan dengan metode
numerik untuk mengidentifikasi pola-pola tertentu dalam data, dilain pihak,
pendekatan numerik lebih tepat serta objektif.
Dengan begitu,
pendekatan numerik dan juga grafis satu sama lain akan saling melengkapi. Maka
dari itu, sangatlah bijaksana jika kita memakai kedua metode tersebut secara
bersamaan.
Terdapat tiga
karakteristik atau ciri utama dari variabel tunggal, diantaranya yaitu:
·
Distribusi data (distribusi frekuensi)
·
Ukuran pemusatan atau tendensi sentral (Central Tendency)
·
Ukuran penyebaran (Dispersion)
Soal :
1. Jelaskan Pengertian Statistika Deskriptif?
2. Sebutkan Contoh Statistika Deskriptif?
3. Jelaskan Maksud dari penyajian data Ogive?
4. Sebutkan Penyajian Data secara Numerik?
5. Jelaskan metode dasar di dalam statistik deskriptif?
Jawaban :
1. Statistika deskriptif merupakan suatu metode yang berhubungan dengan pengumpulan atau penyajian data sampai memberi informasi yang berguna.
2. Table, Diagram, Grafik, besaran-besaran lain dalam majalah dan koran-koran.
3. Ogive adalah satu bentuk gambar dari distribusi frekuensi kumulatif pada sebuah variabel. Untuk suatu tabel distribusi frekuensi, bisa juga kita bikin ogive positif serta ogive negatifnya.
4 Pertama, Central Tredency. Kedua, Dispersion atau pencaran. Ketiga, Fractile. Keempat, Skewness. Kelima, Pengukuran Keruncingan.
5. Pendekatan numerik bisa dipakai dalam menghitung nilai statistik dari sekumpulan data Sebagai contoh: mean dan standar deviasi. Statistik ini akan memberikan informasi mengenai rata-rata serta informasi rinci mengenai distribusi data.
Metode grafis lebih sesuai dibandingkan dengan metode numerik untuk mengidentifikasi pola-pola tertentu dalam data, dilain pihak, pendekatan numerik lebih tepat serta objektif. Dengan begitu, pendekatan numerik dan juga grafis satu sama lain akan saling melengkapi. Maka dari itu, sangatlah bijaksana jika kita memakai kedua metode tersebut secara bersamaan.
Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
![]() |
A.
POPULASI
Populasi adalah
merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki
kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi di sini maksudnya bukan
hanya orang atau makhluk hidup, akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya.
Populasi juga bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang
dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimiliki
oleh obyek atau subyek tersebut.\
Beberapa pengertian
populasi menurut para ahli:
1. Ismiyanto – populasi
adalah keseluruhan subjek atau totalitas subjek penelitian yang dapat berupa; orang,
benda, / suatu hal yang di dalamnya dapat diperoleh dan atau dapat memberikan
informasi (data) penelitian.
2. Arikunto – Populasi
adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua
elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan
penelitian populasi.
3. Sugiyono – Populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas, obyek/subjek yang mempunyai
kuantitas & karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
B.
SAMPEL
Sampel adalah sebagian
dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun
bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu
sehingga dapat mewakili populasinya.
Sampel menurut
pendapat para ahli adalah sebagai berikut
1. Arikunto (2006: 131),
sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Jika kita hanya akan
meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian
sampel.
2. Nana Sudjana dan
Ibrahim (2004: 85) menyatakan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi
terjangkau yang memiliki sifat yang sama dengan populasi.
Jika populasi besar,
dan peneliti tidak mungkin mempelajari seluruh yang ada di populasi, hal
seperti ini dikarenakan adanya keterbatasan dana atau biaya, tenaga dan waktu,
maka oleh sebab itu peneliti dapat memakai sampel yang diambil dari populasi.
Sampel yang akan diambil dari populasi tersebut harus betul-betul representatif
atau dapat mewakili
C.
TEKNIK SAMPLING
Teknik sampling adalah
merupakan teknik pengambilan sampel (Sugiyono, 2001: 56). (Margono, 2004: 125)
menyatakan bahwa yang dimaksud dengan teknik sampling adalah cara untuk
menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan
dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan
penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif.Untuk menentukan
sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling
yang digunakan. Secara skematis, menurut (Sugiyono, 2001: 57) teknik sampling
ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Dari gambar di atas terlihat bahwa teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Probability Sampling dan Nonprobability Sampling. Probability sampling meliputi: simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan area (cluster) sampling (sampling menurut daerah). Nonprobability sampling meliputi: sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling.
Tehnik sampling merupakan tehnik dalam pengambilan sampling.
Pada dasarnya tehnik sampling dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
1. Probability Sampling
Probability sampling adalah tehnik
sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur
(anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Pemilihan sampel
dengan cara probabilitas (probability) ini sangat dianjurkan pada penelitian
kuantitatif.
Dalam Probability sampling, ada 4
macam tehnik yang dapat digunakan, antara lain:
a. Sampling acak (random sampling)
Sampling acak adalah sampling
dimana eleman-eleman sampelnya ditentuka atau dipilih berdasarkan nilai
probabilitas dan pemilihannya dilakukan secara acak (Supranto, 1998). Sampling
acak ini mempunyai kelemahan, antara lain: sampling jenis ini sukar atau sulit,
ada kalanya tidak mungkin memperoleh data lengkap tentang keseluruhan populasi.
Sedangkan ciri sampling acakan yaitu, setiap unsure dari keseluruhan populasi
mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih (Nasution, 2003).
Dalam penelitian hal penting yang
harus diperhatikan untuk mendapatkan responden yang akan dijadikan sempel, maka
peneliti harus mengetahui jumlah responden yang ada dalam populasi. Tehnik
memilih sampling acak ini dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:
1) Cara manual atau tradisional
Cara manual atau tradisional ini
yaitu dengan cara diundi. Cara ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah,
yaitu:
·
Tentukan jumlah
populasi
·
Daftar semua anggota
dalam populasi dan masukkan dalam kotak yang ada lubang penarikan
·
Kocok kotak tersebut
dan keluarkan lewat lubang pengeluaran yang telah dibuat
·
Nomor anggota yang
dikeluarkan adalah mereka yang ditunjuk sebagai sampel penelitian
·
Lakukan terus sampai
jumlah yang diinginkan dapat dicapai
2) Menggunakan tabel random
Sampling acakan dengan menggunakan
tabel ini mudah dilaksanakan, selain itu sampel yang diperoleh cukup
presentatif asal populasi yang sesungguhnya telah diketahui. Langkah-langkah
yang digunakan untuk memilih sampel, yaitu:
·
Identifikasi jumlah
total populasi
·
Tentukan jumlah sampel
yang diinginkan
·
Daftar semua anggota
dengan nomor kode yang diminta
·
Pilih secara acak
dengan menggunakan penunjuk pada angka yang ada didalam table
·
Pada angka-angka yang
dipilih, lihat hanya angka digit yang tepat yang dipilih
·
Jika angka dikaitkan
dengan angka terpilih untuk individual dalam populasi menjadi individu dalam
dalam sampel
·
Gerakan penunjuk dalam
kolom atau angka, ulangi terus hingga jumlah sampel yang diinginkan tercapai
·
Membagi dalam kelompok
kontrol dan kelompok perlakuan sesuai dengan bentuk desain penelitian
Langkah-langkah
dalam penarikan sampel adalah menetapkan ciriciri populasi yang menjadi sasaran
dan akan diwakili oleh sampel di dalam penyelidikan. Penarikan sampel dalam
penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai populasi tersebut.
Dalam teknik acak ini ada beberapa macam sampling acak (Nana Syaodih, 2009),
yaitu:
1. Sampling Acakan yang Sederhana (Simple random sampling) Dalam
pengambilan acakan sederhana (Simple random sampling) seluruh individu yang
menjadi anggota populasi memiliki peluang yang sama dan bebas dipilih sebagai anggota sampel.
Setiap individu memiliki peluang yg sama untuk diambil sebagai sampel, karena
individu-individu tersebut memiliki karakteristik yang sama. Setiap individu
juga bebas dipilih karena pemilihan individu-individu tersebut tidak akan mempengaruhi
individu yang lain.
2. Sampling Acakan dengan Stratifikasi (Stratified random
sampling) Populasi biasanya perlu digolongkan menurut ciri (stratifikasi) tertentu
untuk keperluan penelitian. Setelah melakukan stratifikasi atau penggolongan
menurut cirri baru kemudian kita menentuka sampel setiap golongan secara acak
3. Sampling acakan secara proporsional (Proportionate stratified
random sampling)
4. Sampling acakan secara tak proporsional menurut stratifikasi (disproportionate
stratified random sampling) Sampling ini hampir sama dengan sampling
stratifikasi, bedanya proporsi subkategori-kategorinya tidak didasarkan atas
proporsi yang sebenarnya dalam populasi. Hal ini dilakukan karena subkategori
tertentu terlampau sedikit jumlah sampelnya. Misal, kita mengambil populasi tenaga
pengajar di perguruan tinggi (PT) yang terdiri atas guru besar, lector kepala,
lektor, dan asisten ahli. Misalnya sampel dapat diambil secara merata yakni
untuk masing-masing kategori 1/5 atau 20 persen. Bila jumlah sampel cukup
besar, maka kepincangan sampling dengan sendirinya teratasi. Sampling ini tidak
memakan banyak waktu dibandingkan dengan sampling secara proporsional.
Sedangkan kelemahan sampling jenis adalah proporsi tiap kategori yang
sebenarnya menurut populasi jadi terganggu.
5. Sampling Acak Klaster-Berstrata (stratified-cluster) Random
ini merupakan gabungan atau perpaduan dari cara pengambilan sampel acak
berstrata dengan sampel acak cluster. Setiap populasi memiliki karakteristik
yang berbeda. Populasi yang memiliki strata saja terjadi karena peneliti
sendiri sudah membatasi populasinya pada
klaster tertentu tapi klaster ini masih cukup luas. Contoh: SMA di perkotaan.
Sedangkan populasi yang memiliki klaster saja karena peneliti telah membatasi
pada strata tertentu. Contoh: populasi guru-guru lulusan D3 atau S1 saja.
Pengambilan sampel secara acak klaster-berstrata harus tetap memperhatikan
syarat acak atau karakteristik yang sama.
b. Tehnik Klaser/Sampling Daerah/Area sampling (Cluster
sampling) Area sampling ini merupakan sampling menurut daerah atau pengelompokannya
Tehnik klaser ini memilih sample berdasarkan pada kelompok, daerah, atau
kelompok subjek secara alami berkumpul bersama. Langkah-langkah dalam
menggunakan teknik klaser (Sukardi, 2003), yaitu:
·
Identifikasi populasi
yang hendak digunakan dalam studi
·
Tentukan besar sampel yang
digunakan
·
Tentukan dasar logika
untuk menentukan klaser
·
Perkirakan jumlah
rata-rata subjek yang ada pada setiap klaser
·
Daftar semua objek
dalam setiap klaser dengan membagi antara jumlah sampel dengan jumlah klaster
yang ada
·
Secara random, pilih
jumlah anggota sampel yang diinginkan untuk setiap klaser
·
Jumlah sampel adalah
jumlah klaser dikalikan jumlah anggota populasiper klaser
Teknik klaser atau yang sering
disebut dengan area sampling ini mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan,
antara lain:
Keuntungan:
1)
teknik ini dapat
digunakan peneliti yang melibatkan jumlah populasi yang besar dan tersebar
didaerah yang luas,
2)
pelaksanaanya lebih
mudah, biaya yang digunakan lebih murah kerana berpusat pada daerah yang
terbatas,
3)
generalisasi yang
diperoleh berdasarkan penelitian daerah-daerah tertentu dapat berlaku pada
daerah-daerah diluar sampel.
Kelemahan: jumlah individu dalam setiap daerah tidak sama
c. Teknik secara stratifikasi
Teknik stratifikasi ini harus
digunakan sejak awal, ketika peneliti mengetahui bahwa kondisi populasi terdiri
atas beberapa anggota yang memiliki stratifikasi atau lapisan yang berbeda
antara satu dengan lainnya. Ketepatan teknik stratifikasi dapat ditingkatkan
dengan menggunakan proporsional besar kecilnya anggota lapisan dari populasi
ditentukan oleh besar kecilnya jumlah anggota populasi dalam lapisan yang ada.
Teknik stratifikasi ini mempunyai beberapa langkah (Sukardi, 2003), yaitu:
·
Identifikasi jumlah
total populasi
·
Tentukan jumlah sampel
yang diinginkan
·
Daftar semua anggota
yang termasuk sebagai populas
·
Pisahkan anggota
populasi sesuai dengan karakteristik lapisan yang dimiliki
·
Pilih sampel dengan
menggunakan prinsip acak seperti yang telah dilakukan dalam teknik random
diatas
·
Lakukan langkah
pemilihan pada setiap lapisan yang ada, sampai jumlah sampel yang ada.
d. Teknik secara sistematis (systematic sampling)
Teknik pemilihan sampel ini
menggunakan prinsip proporsional, dengan cara menentukan pilihan sampel pada
setiap 1/k dimana k adalah suatu angka pembagi yang telah ditentukan (misal: 2,
4 atau 6). Pada teknik secara sistematis ini mempunyai beberapa langkah dalam
memilih sampel (Sukardi, 2003), antara lain:
·
Identifikasi total
populasi yang akan digunakan dalam proses penelitian
·
Daftar semua anggota
populasi
·
Berikan nomor kode
untuk setiap anggota populasi
·
Tentukan besarnya
jumlah sampel yang ada
·
Tentukan proporsional
sistematis k yang besarnya sama dengan jumlah populasi dibagi dengan jumlah
sampel
·
Mulai dengan mengacak anggota populasi
·
Ambil setiap k terpilih
untuk menjadi anggota cuplikan, samapi jumlah total terpenuhi
2. Non Probability Sampling
Tehnik non probability sampling
merupakan cara pengambilan sampel yang pada prinsipnya menggunakan pertimbangan
tertentu yang digunakan oleh peneliti. Tehnik ini dapat dalakukan dengan mudah
dalam waktu yang sangat singkat. Tapi kelemahan tehnik ini adalah hasilnya
tidak dapat diterima dan berlaku bagi seluruh populasi, karena sebagian besar dari
populasi tidak dilibatkan dalam penelitian. Dalam tehnik non probability
sampling ini ada 4 macam tehnik memilih sampel (Nasution, 2003), yaitu:
a. Tehnik memilih sampel secara kebetulan (accidental sampling)
Tehnik ini dikatakan secara
kebetulan karena peneliti memang sengaja memilih sampel kepada siapapun yang
ditemui peneliti atau by accident pada tempat, waktu, dan cara yang telah
ditentukan. Sampel aksidental adalah sampel yang diambil dari siapa saja yang
kebetulan ada. Misal, menanyakan setiap mahasiswa yang dijumpai di perpustakaan
meminta pendapat mereka tentang pelayanan perpustakaan. Teknik ini mempunyai
kekurangan dan kelebihan, kelebihan dari tehnik ini adalah mudah untuk
dilakukan dan mudah memperoleh informasi yang diinginkan. Sedangkan kekurangan
teknik ini adalah sampel ini sama sekali tidak representatif tentu saja tak
mungkin diambil suatu kesimpulan yang bersifat generalisasi.
b. Teknik Sampling sistematis
Sampling sistematis yaitu memilih
sampel dari suatu daftar menurut urutan tertentu. Cara menentukan daftar
individu, yaitu:
·
Tentukan besar sampel
yang diinginkan
·
Silidiki jumlah
populasi, yaitu nama atau data pada daftar itu
·
Untuk menarik nama
pertama cabut suatu nomor secara acakan
·
Sebagai variasi dapat
kita lakukan sebagai berikut, setelah memperoleh sejumlah individu tertentu,
kita ambil lagi suatu nomor baru secara acak untuk memilih jumlah orang
berikutnya dan seterusnya sampai tercapai jumlah sampel yang diinginkan.
Sampling sistematis ini mempunyai keuntungan dan kekurangan
yaitu:
-
Keuntungan, cara ini
mudah dalam pelaksanaannya dan cepat diselesaikan serta kesalahan tentang
memilih individu mudah diketahui dan tidak mempengaruhi hasil.
-
Kerugian, bahwa
individu yang berada diantara yang kesekian dan kesekian dikesampingkan,
sehingga cara ini tidak sebaik sampling acakan.
c. Memilih sampel dengan tehnik bertujuan (purposive sampling)
Penelitian tertentu dilakukan
secara intensif untuk memperoleh gambaran utuh tentang suatu kasus. Tehnik ini
biasanya dilakukan dalam penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan
mempelajari kasus-kasus tertentu. Teknik ini mempunyai beberapa kelebihan dan
kekurangan, yaitu: Kelebihan: 1). Sampel ini dipilih sedemikian rupa, sehingga
relevan dengan desain penelitian. 2). Cara ini relatif mudah dan murah untuk
dilaksanakan 3). Sampel yang dipilih adalah individu yang menurut pertimbangan penelitian
dapat didekati. Sedangkan kurangan: 1). Tidak ada jaminan sepenu.hnya bahwa
sempel itu representatif seperti halnya dengan sampel acakan atau random. 2).
Setiap sampling yang acakan atau random yang tidak memberikan kesempatan yang
sama untuk dipilih kepada semua anggota populasi, 3). Tidak dapat dipakai
penggolongan statistik guna mengambil kesimpulan
d. Memilih sampel dengan kuota atau jatah (Quota sampling)
Sampling kuota ini merupakan metode
memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah atau kuota yang
diinginkan. Teknik ini juga mempunyai kekurangan dan kelebihan, yaitu:
Kelebihan: 1). Dalam pelaksanaannya mudah, murah, dan cepat, 2). Hasilnya
berupa kesan-kesan umum yang masih kasar
yang tak dapat dipandang sebagai generalisai umum. 3). Dalam sampel dapat
dengan sengaja kita masukan orang-orang yang mempunyai ciri-ciri yang kita
inginkan. Adapun Kekurangannya: 1). Kecenderungan memilih orang yang dekat
dengan peneliti. 2). Memiliki ciri yang tidak dimiliki populasi dalam keseluruhannya
e. Memilih sampel dengan cara ”getok tular” (snowball sampling)
Sampling ini digunakan untuk
menyelidiki hubungan antar manusia dalam kelompok yang akrab atau menyelidiki
cara-cara informasi tersebar dikalangan tertentu. Sampling ini mempunyai
kelebihan dan kekurangan yaitu: Kelebihan: Sampling ini digunakan untuk
meneliti penyebaran informasi tertentu dikalangan kelompok terbatas sampling
serupa ini sangat bermanfaat. Dan kekurangannya: 1). Dalam penentuan kelompok bermula
ada unsur subyektif , jadi tidak dipilih secara random atau acak. 2). Penanganannya
sukar sekali dikendalikan jika jumlah sampel melebihi 100 orang
f. Sampling jenuh dan padat
Sampling dikatakan jenuh (tuntas)
bila seluruh populasi dijadikan sampel (Nasution, 2003). Misal, semua guru
disuatu sekolah. Sedangkan dikatakan padat bila jumlah sampel lebih dari
setengah dari populasi, misalnya 250-300 orang dari populasi 500 orang.
Sampling jenuh baik digunakan jika jumlah populasinya dibawah 1000 orang. tapi,
apabila jumlah samplingnya lebih dari 1000 orang maka sampling jenuh tidak praktis
lagi dikarenakan biaya dan waktu yang digunakan sangat banyak.
Soal:
1. Jelaskan Pengertian Populasi menurut Sugiyono?
2. Jelaskan Pengertian Sampel?
3. Sebutkan Teknik Sampling?
Jawaban :
1. Sugiyono – Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas, obyek/subjek yang mempunyai kuantitas & karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
2. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya.
3. Simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan area (cluster) sampling (sampling menurut daerah). Nonprobability sampling meliputi: sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling.
Soal:
1. Jelaskan Pengertian Populasi menurut Sugiyono?
2. Jelaskan Pengertian Sampel?
3. Sebutkan Teknik Sampling?
Jawaban :
1. Sugiyono – Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas, obyek/subjek yang mempunyai kuantitas & karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
2. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya.
3. Simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan area (cluster) sampling (sampling menurut daerah). Nonprobability sampling meliputi: sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling.
Langganan:
Postingan (Atom)








